Sukaramai salah satu lokasi sering macat di kota medan,perlu perhatian khusus Petugas Lantas.

banner 120x600
banner 468x60

MEDAN |TIRAM NEWS

Kemacetan panjang terjadi di kawasan Jalan Sukaramai yang terhubung dengan Jalan Arief Rahman Hakim, Kota Medan, pada siang hari. Kepadatan ini tampak berpusat di simpang empat yang berada tepat di depan Kantor Polisi Sektor Medan Area, sehingga menimbulkan sorotan publik mengenai efektivitas pengawasan lalu lintas di wilayah tersebut.

banner 336x280

Ribuan pengendara yang didominasi sepeda motor terlihat tertahan dalam antrean panjang tanpa pergerakan signifikan. Dokumentasi visual menunjukkan pengendara dari berbagai latar, termasuk anak-anak yang dibonceng keluarganya serta perempuan dewasa yang mengenakan helm dan hijab, sama-sama terjebak dalam kondisi lalu lintas yang tersendat.

Menurut pengamatan di lokasi, salah satu faktor utama pemicu kemacetan adalah perilaku angkutan kota (angkot) yang sering berhenti mendadak untuk menaikkan atau menurunkan penumpang serta parkir sembarangan di pinggir jalan. Praktik ini kerap terjadi di area padat perdagangan seperti Sukaramai, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain dan menciptakan titik pelambatan yang sulit terurai.

Selain aktivitas angkot, volume kendaraan yang tinggi, terutama pada jam-jam sibuk siang hari, semakin memperparah situasi. Banyaknya kendaraan dari empat arah yang memasuki persimpangan secara bersamaan menciptakan kondisi saling menunggu. Tidak adanya lampu lalu lintas maupun pengaturan manual intensif membuat arus tidak mengalir secara teratur.

Meskipun berada tepat di depan kantor polisi, tidak terlihat upaya pengaturan lalu lintas yang memadai untuk mengendalikan kepadatan pada saat kejadian. Akibatnya, terjadi bottleneck yang membuat pengendara terpaksa berhenti rapat satu sama lain, dengan sebagian bahkan harus mengambil manuver berisiko untuk keluar dari antrean.

Kawasan tersebut juga dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi. Pedagang, pembeli, dan kendaraan yang keluar-masuk area komersial Sukaramai menambah beban lalu lintas, terutama ketika jalur diokupansi oleh kendaraan yang berhenti di badan jalan. Kondisi bangunan yang rapat dan tidak adanya ruang khusus untuk parkir membuat situasi semakin sulit.

Masyarakat yang melintas berharap adanya penertiban tegas terhadap angkot yang berhenti sembarangan serta pengawasan lebih aktif dari petugas di simpang tersebut. Selain itu, pemasangan fasilitas pengatur lalu lintas, seperti lampu merah atau marka yang lebih jelas, dinilai dapat membantu mengurangi frekuensi kemacetan serupa di masa mendatang.

Hingga kini, kawasan Jalan Sukaramai–Jalan Arief Rahman Hakim tetap menjadi salah satu titik lalu lintas yang membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam manajemen kepadatan kendaraan di jam-jam sibuk(jam-jam keberangkatan dan pulangnya anak sekolah maupun pegawai dan para pekerja).R/Els.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *