TIRAM NEWS, Medan – Sebanyak 356 jemaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 14 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan para Duyufurrahman tersebut disambut penuh haru dan rasa syukur dalam acara penerimaan yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Rabu (17/06/2026).
Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3414 yang mengangkut rombongan jemaah mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, sekitar pukul 17.50 WIB. Selanjutnya, para jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan untuk mengikuti proses penerimaan resmi sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Kloter 14 berjumlah 356 orang, terdiri atas 350 jemaah dan enam petugas kloter. Jemaah berasal dari Kota Medan sebanyak 207 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 53 orang, Kabupaten Simalungun 89 orang, Kota Pematangsiantar satu orang, dan Kabupaten Deli Serdang satu orang.
Acara penyambutan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Wakil Bupati Tapanuli Tengah H. Mahmud Effendi Lubis, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. Adlah, S.Pd., M.M., Kabag Kesra Kota Medan H. Agus Maryono, S.Ag., M.Pd.I., Sekretaris PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Medan H. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Simalungun H. Ghozali, S.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tapanuli Tengah H. Kifli Almujahit Batu Bara, Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Sumatera Utara, serta jajaran PPIH dan P3IH dari berbagai instansi terkait.
Prosesi penerimaan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Kloter 14, Riswansyah Abdul Muis Hasibuan, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dan keselamatan seluruh jemaah hingga kembali ke Tanah Air.
Dalam sambutannya, Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus mengajak seluruh jemaah untuk menjaga dan merawat kemabruran haji dengan menjadi teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, ibadah haji tidak berhenti ketika seseorang kembali ke kampung halaman, melainkan harus tercermin dalam perubahan sikap, perilaku, dan kepedulian sosial yang lebih baik.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar 40 hari yang lalu para jemaah diberangkatkan dari tempat yang sama menuju Tanah Suci, dan kini kembali dengan membawa pengalaman spiritual yang sangat berharga.
“Jadilah bapak dan ibu sebagai teladan yang menebarkan kedamaian, keselamatan, dan kemaslahatan di lingkungan masing-masing. Tunjukkan kemabruran haji melalui tutur kata yang santun, sikap yang menyejukkan, serta kepedulian terhadap sesama,” pesan Zulkifli.
Menurutnya, salah satu ciri haji mabrur adalah mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain dan menjadi pribadi yang membawa ketenteraman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap para jemaah dapat mempertahankan semangat ibadah yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mendampingi, membimbing, dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air. Ia mengakui bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji merupakan hasil kerja sama seluruh unsur, mulai dari petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, hingga para jemaah itu sendiri.
“Apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji masih terdapat pelayanan yang kurang berkenan, kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf. Namun percayalah, seluruh petugas telah berupaya memberikan pelayanan dengan sepenuh hati demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan memberikan selempang apresiasi kepada petugas Kloter 14 yang diwakili oleh Ketua Kloter Riswansyah Abdul Muis Hasibuan dan Dokter Kloter dr. Nila Hairani Saragih. Penyematan selempang dilakukan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah H. Mahmud Effendi Lubis, disaksikan oleh Wakil Wali Kota Medan, Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan, serta seluruh tamu kehormatan yang hadir.
Pengalungan selempang tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi PPIH kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, serta jemaah yang telah bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah haji Kloter 14 dapat berjalan lancar, tertib, dan aman.
Berdasarkan data manifes, Kloter 14 mencatat dua jemaah tanazul masuk, yaitu Rosnani Pasaribu asal Kabupaten Tapanuli Tengah yang bergabung dari Kloter 16 nomor manifes 25 dan Tetty Sri Rahayu Ningsih asal Kota Medan yang bergabung dari Kloter 16 nomor manifes 99.
Sementara itu, terdapat satu jemaah wafat di Tanah Suci, yakni Marlina Ikin Sabrani nomor manifes 027 asal Kota Medan yang meninggal dunia karena sakit. PPIH menyampaikan duka cita mendalam serta mendoakan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Adapun petugas yang mendampingi Kloter 14 terdiri atas Riswansyah Abdul Muis Hasibuan sebagai Ketua Kloter (TPHI), Fatma Yulia Rasyid Hamdi sebagai Pembimbing Ibadah (TPIHI), dr. Nila Hairani Saragih sebagai Dokter Kloter (TKHI), Devi Surya Ramadhani sebagai Paramedis (TKHI), dan Fadillah Mahyuddin Nasution sebagai Petugas Haji Daerah (PHD).
Sebelum acara seremonial dimulai, para jemaah terlebih dahulu menerima edukasi kesehatan pascakepulangan haji yang disampaikan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) melalui dr. Riza Pahlevi. Dalam arahannya, ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjalani pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari setelah tiba di Tanah Air guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gejala penyakit yang dapat terbawa selama perjalanan dari Arab Saudi.
Ia menjelaskan, apabila dalam masa pemantauan tersebut jemaah mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya, agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan menyampaikan riwayat sebagai jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci. Selain itu, jemaah juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat berinteraksi apabila mengalami gangguan kesehatan, memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan buah-buahan, serta menjaga daya tahan tubuh.
Usai seluruh rangkaian acara, para jemaah menerima paspor, air zamzam, serta barang bawaan sesuai nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing untuk berkumpul kembali bersama keluarga yang telah lama menantikan kepulangan mereka.
Kepulangan Kloter 14 bukan hanya menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi awal pengabdian baru di tengah masyarakat. Dengan semangat kemabruran yang terus terjaga, para jemaah diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa kedamaian, memperkuat ukhuwah, serta menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
(Els)



















